Rumah besar itu kini seperti makam. Semua lampu menyala tapi terasa gelap; udara dingin, membeku tanpa arah. Di tengah ruangan, duduk seorang pria yang dulu dikenal dengan keanggunan, ketenangan, dan kharismanya — kini berubah menjadi bayangan dirinya sendiri. Christian. Tubuhnya kurus, bahunya menunduk dalam posisi yang seolah menolak cahaya. Rambutnya panjang, berantakan menutupi sebagian wajah. Bulu halus di rahangnya tumbuh tanpa arah, membuatnya tampak seperti seseorang yang sudah lupa bagaimana rasanya bercermin. Kemejanya lusuh, kerahnya kusut, dan jaket hitam yang ia kenakan sudah kehilangan bentuk. Tapi anehnya, setiap kali seseorang lewat di dekatnya — masih ada aroma samar dari parfum yang dulu sering dipakai Jesslyn. Harum lembut itu bertahan di kulitnya, bercampur dengan ar

