Setelah mabuk dengan Noah, Christian memutuskan untuk pulang. Malam itu rumah besar keluarga Miller sunyi. Lampu gantung di ruang tamu memantulkan cahaya keemasan di atas karpet mahal, tapi suasana justru terasa beku. Christian baru saja pulang, menenteng jas hitamnya di tangan ketika melihat sosok ibunya duduk di sofa, menatap lurus ke arahnya. Yoora tak mengatakan apa-apa—hanya tatapan itu yang membuat udara seakan menipis. “Pulang juga akhirnya,” ucapnya pelan, tapi tajam. “Kamu tahu Mommy sudah mencarimu kemana-mana?” Christian menaruh jasnya di sandaran kursi. “Aku tahu, Mom. Tapi aku tidak berutang kabar pada siapa pun.” Yoora mendengus. “Lucu sekali. Jadi sekarang kamu pikir Mommy ini orang lain?” Ia berdiri perlahan, gaya bicara masih tenang tapi matanya menyala. “Mommy sampai

