Sore itu langit sudah mulai meredup, warna oranye yang biasanya hangat justru terasa sesak bagi Jesslyn. Sejak tinggal bersama Christian di kota kecil ini, ada sesuatu yang berbeda dalam hidupnya. Bukannya tidak bahagia—ia bahagia, bahkan lebih dari yang pernah ia bayangkan. Tapi bersamaan dengan itu, ia merasa terkekang. Christian terlalu hati-hati, terlalu protektif. Setiap langkahnya seolah harus diatur, setiap keinginannya seakan ditimbang oleh Christian dulu. Jesslyn takut jika pria itu takut kehilangan dirinya, tapi bisa tidak sih dia memberikan sedikit ruang untuk Jesslyn? Sedikit saja. Lagian dia kan tahu Jesslyn bukan tipe wanita yang suka selingkuh. Hari ini ia benar-benar merasa kepalanya penuh. Di kantor pun ia hanya menatap layar monitor tanpa benar-benar fokus. “Kenapa sih g

