Bab-114

1248 Kata

Berita itu datang tanpa aba-aba. Hanya suara berat Christian di telepon yang membuat napas Yoora tertahan. “Dia sadar, Mom,” ucapnya singkat — serak, nyaris tak terdengar. Tak ada kebahagiaan di sana, hanya kelelahan yang terdengar sampai ke tulang. Yoora yang sedang duduk di ruang kerja menatap kosong ke dinding, sebelum menutup mulutnya rapat-rapat. Ia menunggu kalimat lanjutan, sesuatu yang menjelaskan kenapa suara anaknya terdengar seperti kehilangan napas. Tapi yang datang hanya hening, lalu panggilan terputus begitu saja. Tak butuh waktu lama, berita itu menyebar. Elina dan Rhea segera datang ke rumah sakit setelah mendapat pesan dari Yoora. Keduanya berjalan cepat di lorong, wajah mereka menegang, langkah tergesa. “Dia beneran sadar?” tanya Rhea pelan, nyaris berbisik. Yoora

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN