Bab-75

1067 Kata

Sore di ibukota mulai padat. Jalanan depan showroom mobil itu sudah dipenuhi kendaraan yang berdesakan, klakson bersahutan, dan aroma asap knalpot bercampur dengan bau gorengan dari pedagang kaki lima di trotoar. Lampu lalu lintas berganti kuning, menyalakan sirine kecil di kepala para pengendara motor yang buru-buru menerobos. Di sela hiruk pikuk itu, ada satu sosok yang mencolok. Seorang wanita muda berjalan di trotoar, menenteng sepasang heels di tangan kanan. Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya merah entah karena marah, lelah, atau campuran keduanya. Kaki telanjangnya melangkah di atas trotoar yang retak, sementara langkahnya cepat, seperti ingin segera menjauh dari sesuatu yang baru saja terjadi. Beberapa orang sempat menoleh. Ada yang berbisik kecil, ada pula yang sekadar meliri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN