Bab-112

1497 Kata

Sirene ambulans meraung membelah kesunyian, memantul di dinding beton kota. Lampu merahnya berkedip-kedip seperti nadi yang berdenyut cepat, menandai antara hidup dan mati. Di dalamnya, tubuh Jesslyn terbaring di atas tandu, pucat, dengan perban menutupi sebagian lengannya. Nafasnya pendek dan berat, seperti berjuang untuk tetap berada di dunia yang masih berputar. Yoora duduk di kursi sebelah, memegangi tangan Jesslyn yang dingin. Darah yang dulu sempat beku karena kebencian, kini terasa hangat kembali — dipenuhi rasa bersalah yang menyesakkan d**a. Ia tidak pernah membayangkan gadis ini akan sampai di titik ini, hanya karena lingkaran kebencian yang pernah ia biarkan tumbuh. Tangannya bergetar ketika mengambil ponsel dari tas. Nama “Christian” muncul di layar, dan ia sempat menatapn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN