Ruangan kantor detektif itu sempit dan gelap, tapi dindingnya penuh peta, foto, serta coretan benang merah yang saling menyilang. Yoora berdiri di depan papan itu dengan tatapan kaku. Di sebelahnya, Rhea dan Elina memperhatikan setiap foto dengan napas tertahan. “Mobil hitam tanpa plat, arah utara—tidak muncul di kamera tol berikutnya,” gumam detektif laki-laki itu sambil menyalakan layar proyektor kecil. “Kita tahu mobil ini melewati dua titik pengawasan, lalu menghilang begitu saja.” Elina menatap layar itu. “Berarti mereka berbelok ke jalur kecil sebelum masuk tol.” Detektif mengangguk. “Tepat. Kami lacak lewat pola gerak kendaraan dari GPS publik dan menemukan kemungkinan besar mobil itu masuk ke area perbukitan lama, wilayah pabrik kosong yang sudah ditutup sejak dua tahun lalu.”

