Jesslyn menghela nafasnya, menjatuhkan tubuhnya di kasur empuknya, sambil memikirkan ucapan Yoora. Setelah itu … Jesslyn menelan ludah, tubuhnya kaku seperti patung. Kata-kata Yoora barusan menampar lebih keras dari apapun yang pernah ia dengar. Dua juta euro. Tawaran dingin itu menggantung di udara, membuat nafasnya terasa berat. Jesslyn menegakkan tubuhnya. Meski sorot matanya bergetar, ia berusaha menunjukkan bahwa ia tidak akan runtuh begitu saja. “Maaf, Bu,” ucapnya pelan tapi jelas. “Saya bukan orang yang bisa dibeli dengan uang.” Yoora tersenyum tipis, wajahnya tetap tenang seakan sudah menduga jawaban itu. “Kamu masih muda. Harga diri seringkali terdengar lebih penting dari segalanya. Tapi percaya saya, pada akhirnya semua orang punya harga. Dua juta euro cukup untuk membuat h

