Sava pov "Jadi gimana? Mau langsung balik? Emang lo udah mastiin cewek itu siapa?" Tanya Novan sambil mengerutkan keningnya. Sekarang gue dan Novan lagi duduk di salah satu cafe yang ada di jalan malioboro. Sesekali gue mengaduk green latte yang asapnya mengepul keluar. Menyeruakkan aroma perpaduan matcha dan kopi yang begitu memanjakan hidung gue. Gue menghela napas, mengangkat cangkir mungil berwarna peach itu kemudian mendekatkannya ke bibir, menyesapnya pelan. Hangat." Gak tau. Gue bingung. Terlanjur sakit." Novan terdiam." Gimana kalo nantinya lo salah paham doang?" "Kenapa juga dia malah ninggalin gue tanpa alasan gini? Udah tau gue orangnya suka gagal paham." Gue memberengut membuat Novan terbahak. "Susah dah emang. Cewek selalu benar." Novan menggeleng pasrah. "Mungkin beso

