Sava pov Perasaan makin gak karuan seiring derasnya beban dipelupuk mata meluruh, hati kian terasa hampa. Semua luka dan perih menyatu, menyisakan sesak di rongga d**a. Gue menatap langit Jogja yang mulai cerah kembali, matahari mengintip malu dari celah awan kelabu yang mulai memudar. Berbeda dengan suasana hati gue yang kian mendung. Ibaratnya ujan badai kali. Sesekali gue menyeka air mata gue sendiri, merasakan angin yang menyentuh wajah gue seakan ingin menghapus jejak air mata yang menempel jelas di pipi gue. Gue gak sendiri, ada Novan. Tapi rasanya masih tetep sepi. Sebenernya apa hubungan Putra dengan cewek itu? Kenapa mereka begitu akrab? Kenapa Putra sama sekali gak memikirkan gue? Kata orang lebih baik gak tau dibanding tau terus sakit hati. Lebih sakit hati lagi pas tau sen

