Putra pov Berkali-kali gue ngeliat ke layar ponsel gue. Beberapa jam yang lalu Sava membuat momen di i********:. Bukan momen pemandangan atau video apapun. Hanya sebuah tulisan. Tulisan yang mampu menciptakan luka menganga di rongga d**a gue. Yang ku ingin kamu jadi bagian dari masa depanku. Namun nyatanya kamu hanyalah sepotong kisah yang masuk dalam lembar masa laluku. Gue mengepalkan tangan gue sendiri, menahan emosi. Emosi ke diri gue sendiri yang bisa-bisanya selalu nyakitin Sava. Kata bokap gue sebelum gue ke bandara, dia bilang Sava harusnya disini tiga sampe empat harian. Tapi ini baru hari kedua dan cewek itu memilih pulang. Padahal gue sama dia belom ketemu. Jadi apa yang bikin Sava memutuskan untuk cepet balik? Mata gue melebar saat inget selama dua hari ini gue deket sama D

