Author Setiap pertemuan ada perpisahan. Entah sementara atau selamanya. Putra menatap gadis disampingnya, gadis itu menoleh dan melempar senyumnya. Namun gak bisa menyembunyikan merah pada matanya bekas menangis. Seketika perasaannya jadi gak tega harus ninggalin Sava disini. Tapi mau gimana lagi? "Gak bisa di Jakarta aja sekolahnya?" Rengek Sava untuk kesekian kalinya pada hari ini. Capek sih dengernya tapi lebih capek lagi pura-pura kalo mereka akan baik-baik aja setelah perpisahan ini. Tidak ada orang yang baik-baik aja saat harus berpisah dengan orang yang dia sayang. Sama kayak Putra dan Sava. Keduanya saling menggenggam erat tangan, seakan berat untuk melepaskan. "Maaf karena gue banyak nyakitin lo." Ucap Putra dengan sangat lembut. Sava menunduk." Maaf karena salah paham
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


