Sava pov "Pagi mah. Pah." Gue langsung mencium pipi kedua orangtua gue. Lalu duduk di kursi kosong disamping Aga. "Lo bareng gue gak?" Tanya Aga lalu menggigit roti tawarnya. Gue mengangguk cepat." Kemaren Putra dateng ya?" Tanya gue basa basi ke Aga walaupun gue nyadar juga kalo Putra emang dateng. Aga mengangguk." Iya gue suruh ke kamar lo aja. Eh katanya lo tidur." "Ke kamar? Ngapain?" Suara Galih menginterupsi membuat gue nyengir gak jelas. Galih menaikkan sebelah alisnya. "Yaelah pah. Lagian Putra gak doyan cewek kayaknya." Cibir Aga bikin gue melotot kearahnya. Ia hanya mengedikkan bahu dengan cuek. "Ya asal jangan kelewatan. Kan kalian masih sekolah." Kali ini Nata yang bicara dengan gaya khas kelembutan seorang ibu. Gue beruntung punya kedua orangtua seperti mereka. Yang

