Eleena menyeka air matanya. Dia beranjak menuju kamar saudaranya. Sekarang, dirinya akan memperbaiki hubungannya dengan Arkanza. Ketiga sahabatnya mengikuti langkah Eleena dari belakang. Setibanya di depan kamar saudaranya, dia langsung membuka pintu tanpa mengetuknya lebih dulu. Tampak, seorang pemuda tengah menatap pantulan dirinya di cermin. "Arza..." panggilnya lembut. "Keluar! Gue butuh waktu sendiri!!" usirnya tanpa menoleh ke arah pintu. Eleena terus melangkah maju. Dia memeluk tubuh saudaranya dari belakang. Isak tangis Eleena menggema di dalam kamar saudaranya. Pertahanan Arkanza runtuh. Air mata Eleena adalah kelemahannya. "Gue minta maaf. Gue tau semuanya." "Maksud lo?" "Gue tau masa lalu lo, Za." Arkanza menatap tajam ketiga sahabatnya. Dia yakin, itu ulah mereka. K

