Samar-samar Arya mendengar dengkuran halus yang berasal dari gadis yang direngkuhnya. Dia sedikit menjauhkan kepala Eleena dari dadaanya, dan mendongakkan kepala gadis itu. Betapa terkejutnya dia melihat Eleena tertidur. Padahal, tadi saja gadis itu tengah mendumel mengenai saudaranya. "Za, Eleena tidur." ucap Arya pelan, takut mengusik tidurnya. Dengan sigap, Arkanza mendekati mereka dan langsung menggendong saudarinya. Mengabaikan tatapan semua orang yang tertuju padanya. Membaringkan tubuh saudarinya di brankar UKS lebih utama, daripada mengurusi mereka semua. Dia tahu, ada tanda tanya besar di lubuk hati semuanya. "Arya, Eleena beneran tidur?" Arya mengangguk. Meisya segera menyusul Arkanza yang sudah sampai di UKS, tetapi tangannya di cekal oleh Aditya. "Mei, itu jajanannya k

