"Hey, baby. Remember me?" Fiona memekik kaget saat orang tersebut langsung mendorongnya dan memojokkannya ke dinding samping pintu. Terlihat sekali kalau sekarang dia sedang panik. Wajahnya pun langsung pucat pasi. "A-apa yang k-kau lakukan di sini?" tanya Fiona takut-takut. Orang itu memiringkan kepala dan menyeringai lagi. "Aku ke sini untuk menemuimu. Oh, tidak. Lebih tepatnya kami bertiga," jawab orang itu dengan seringai yang kejam. Tak lama, dua orang menyusul masuk ke dalam rumah Fiona dan langsung menutup pintu, bahkan menguncinya. Fiona semakin panik saat salah satu dari mereka melepas kunci dan mengantonginya. "Wih, mungkin kayak gini juga ya perasaan orang yang niat merampok rumah," ujar Rama. Yap, Rama, Axel, dan Andra datang ke rumah Fiona. Yang memberikan informasi tenta

