57

742 Kata

Malam hari, Rama berada di apartemen Alisya. Menemani gadis itu sekalian membahas kelakuan Fiona saat di cafe tadi. Karena Fiona langsung pergi setelah digertak oleh Rama, makanannya tak dibayar. Jadilah Rama yang membayarnya agar para pegawai cafe tidak terkena masalah. "Dia benar-benar tak menyesal sepertinya. Aku khawatir kamu akan diganggu lagi olehnya," ucap Rama. Alisya yang baru datang dari dapur langsung menyimpan teh hangat buatannya di atas meja. Kedua bahunya terangkat, pertanda kalau dia juga tak bisa melakukan apapun kalau memang itu terjadi lagi. "Aku tak tahu harus melakukan apa agar dia tak menggangguku lagi. Aku juga tak mengerti kenapa dia begitu membenciku." Alisya berucap. Dia duduk di samping Rama dan menikmati teh miliknya. "Aku berharap tadi adalah kali terakhir d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN