Air jernih yang tertampung di sebuah bak mandi diraih Aileen dengan telapak tangannya. Ia mencuci bibirnya dan mengusap-usap bibirnya itu secara kasar. Aileen meringis sendiri. Bukan karena sakit pada area bibirnya. Tetapi gadis itu sedang melawan emosi yang berkecamuk di dalam dirinya. Berkali-kali ia menangkup air bak dengan telapak tangannya, lalu membasuh kembali bibirnya dengan air tersebut. Air mata Aileen kembali jatuh berderai. Mewakili perasaannya saat ini. Gadis itu memukul air yang ada di dalam bak dengan kuat, sehingga percikan air memuncrat ke segala arah. Ia menahan suara tangisnya agar tidak terdengar ke luar. Dan menangis sesenggukan di dalam kamar mandi tersebut. "Dasar bodoh! Bisa-bisanya kau menyambut ciuman darinya! Bukankah kau tau, ntah sudah berapa banyak wanita

