Apartemen

1431 Kata

"Ma, Pa! Aku pergi dulu!" Evan turun dari tangga seraya memasang alroji di pergelangan tangannya. Berpamitan kepada Lutfi dan Lusian yang sedang menyantap sarapan pagi. Laki-laki itu terlihat gagah mengenakan kaos casual dan jeans panjang kesayangannya. Senyum yang sudah standby dari bibirnya sejak keluar dari kamar tadi, seketika memudar saat melihat Melva yang duduk di meja makan bersama kedua orang tuanya. Lusian menghentikan aktivitas makannya sejenak. "Lho, kamu mau kemana, Nak? Gak sarapan dulu?" tanyanya pada Evan. "E, enggak Ma! Aku buru-buru. Ada janji ama temen pagi ini. Palingan ntar aku makan di luar bareng mereka," jawab Evan. "Baiklah, kalau begitu," balas Lusian dengan senyuman hangatnya. "Kalau begitu, aku permisi, Ma, Pa! "Evan!" Lutfi menghentak putra tirinya seca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN