Stefan terus berjalan cepat menuju ke parkiran, Alina terus mengikutinya dari belakang. "Tunggu Kak....!" Panggil Alina. Stefan menoleh. "Ayo kita pulang Alina..." Ajak Stefan. "Kenapa kau begitu marah hanya karena persoalan sepele?" Tanya Alina sambil menatap tajam kearah Stefan. "Entahlah Lin...aku juga tidak tau...aku begitu sensitif saat ada orang yang menyinggung Karin..." "Karin sudah tidak ada Kak...kau sensitif atau tidak sudah tidak ada gunanya...kenapa kau tidak memperhatikan yang masih hidup saja..." Stefan tercenung mendengar perkataan Alina, wajahnya seperti sedang berfikir. "Apa maksudmu?" Tanya Stefan. Alina terdiam tanpa mampu memberikan jawaban apapun, perkataan itu keluar begitu saja dari bibirnya. "Mak....maksudku...kakak fokus saja dengan misi semula....mencar

