bc

Cahaya Cinta Alina

book_age18+
795
IKUTI
4.4K
BACA
family
goodgirl
drama
sweet
mxb
office/work place
classmates
like
intro-logo
Uraian

Sejak SMU, Alina jatuh cinta pada Stefan kakak kelasnya sekaligus tetangganya, namun ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. Stefan ternyata mencintai Karin teman sekelasnya bahkan setelah mereka lulus kuliah, Stefan menikahi Karin. Mereka hidup bahagia.

Namun ternyata takdir berkata lain, Karin meninggal pada saat melahirkan bayinya, dengan lapang hati dan ikhlas, Alina menawarkan diri untuk menjadi pengasuh Bayi Stefan tanpa meminta imbalan sepeserpun, hanya karena supaya Alina bisa lebih dekat melihat Stefan.

Ya, hanya melihat dari dekat laki-laki yang Alina cintai dalam diamnya selama bertahun-tahun.

chap-preview
Pratinjau gratis
Tangisan bayi Tanpa Ibu
Seorang dokter keluar dari dalam ruang operasi, Stefan dan kedua orang tuanya bergegas menghampiri sang dokter dengan raut wajah cemas. "Bagaimana operasinya Dokter?" Tanya Stefan. "Bayinya lahir dengan selamat, perempuan, namun ibunya mengalami pendarahan yang cukup hebat, kondisinya kritis saat ini, maafkan saya ..." Jawab Dokter dengan wajah menunduk. "Tidak! Karin!! Aku ingin bertemu dengannya, Karin!" Teriak stefan seolah tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Dia mengguncang-guncang bahu dokter dengan keras. Pak Doni, ayah Stefan berusaha menenangkannya, sedangkan Bu Indri, ibunya hanya bisa menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Tenang Stefan! Kontrol emosimu, ini di rumah sakit, jangan bersikap seperti ini!" Seru pak Doni. "Tidak! Karin adalah segala-galanya bagiku, aku tidak bisa hidup tanpa dia, aku mau bertemu dengannya!!" Jerit Stefan. Matanya kelihatan merah, menahan gejolak di dalam hatinya, air matanya mengalir membasahi pipinya, pria itu kelihatan sangat rapuh. **** Di sini, di ruangan yang dingin ini, Stefan terpekur menatap wajah istrinya. Air matanya tidak berhenti mengalir, memangdang wajah pucat itu sambil menggenggam dan menciumi tangannya. Kemudian Stefan membelai rambut Karin dengan lembut, mengecup keningnya dan menyandarkan wajahnya di sisi pembaringan Karin. Kemudian tangan yang dingin itu mulai bergerak perlahan, Stefan membuka matanya, senyum mulai keluar dari bibirnya, kemudian di kecupnya lagi kening istrinya itu dengan lembut. "Karin, bukalah matamu, bukankah kau sangat ingin melihat bayi kita? Dia sangat cantik Karin, persis seperti mamanya, karin ... apakah kau tak mendengarkanku? Kau bilang akan memberikan nama yang cantik untuk bayi kita, katakanlah Karin, kau ingin memberinya nama apa??" Bisik stefan di telinga Karin. Karin tetap tidak bergeming. Stefan terus menggenggam erat tangan itu. Perlahan bibir Karin mulai bergerak dengan lemah, Stefan mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya, matanya menatap penuh pengharapan. "Lovely...namanya Lovely..." Lirih Karin. Kemudian dia kembali diam, tanpa suara. tangan yang ada di genggaman Stefan semakin dingin, Karin tetap diam tanpa bergerak lagi. "Karin! Karin! Bangun sayang....Kariiin...!!!!" Suara teriakan Stefan terdengar keras dan menggema di ruangan itu. sayup-sayup terdengar suara tangisan bayi. Stefan membenamkan kepalanya di pelukan Karin untuk yang terakhir kalinya. Sentuhan di punggungnya membuat dia menoleh kebelakang. "Dia sudah pergi Pak...ikhlaskan dia..." Seorang dokter sudah berdiri di belakangnya. "Tidak...Karin tidak mati...dia hanya tidur! bahkan dia belum sempat menggendong bayi kami...keinginannya adalah dia ingin melihat bayinya...menggendongnya dan menyusuinya....Karin...!" Stefan tak dapat lagi membendung perasaannya. Ia Berteriak dan menangis bahkan sampai seluruh keluarganya masuk ke ruangan itu. Suara tangisan bayi mengalihkan perhatiannya, Stefan berdiri dan melihat bayi mungil dalam gendongan seorang suster. Bayi itu menangis dengan sangat keras, bahkan suaranya sangat memilukan hati, seolah tau kalau dirinya di tinggal ibu untuk selama-lamanya. Perlahan Stefan mendekati bayinya, menatapnya dan meraihnya untuk di gendong. Dengan hati-hati dia menggendong bayinya untuk yang pertama kalinya, seketika tangis bayi itu mereda, Stefan mencium bayinya dengan lembut. "Lovely....jangan takut sayang...Papa akan menjagamu....Papa akan melindungimu..." Bisiknya lirih. **** Dua orang perawat menutup tubuh karin yang sudah kaku dengan selimut putih, kemudian mereka mendorong ranjang itu keluar dari ruangan itu di ikuti tangisan keluarga besar, sayup-sayup kembali terdengar suara Bayi Lovely yang menangis. Stefan nampak histeris ketika jenazah istrinya di bawa pergi. "Jangan bawa dia! Jangan bawa dia! Dia belum mati...!!! Dia hanya tidur, Dokter!!! kenapa kau tak bisa menyelamatkan istriku?? Ayo bangunkan dia kembali, Dokter...!!! Aku sangat membutuhkannya, aku sangat mencintainya, Dokter! Jangan biarkan Karin pergi, jangaaaan!" Suara teriakan histeris Stefan yang memilukan hati. Pak Doni memeluk putra tunggalnya itu, menepuk-nepuk bahunya berusaha menghiburnya. "Tenanglah Stefan... kau harus kuat.... kau harus kuat demi putrimu..." "Tidak...! Aku harus menyusul Karin...dia sendirian....dia sendirian....!!!" Jerit Stefan. Plakkk!!! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Stefan, Stefan meringis sambil memegang pipinya yang merah akibat di tampat pak Doni. "Bodoh...!!! Cinta telah membuatmu bodoh! Sadarlah, kau masih punya tanggung jawab untuk mengurus putrimu, dia butuh kasih sayangmu, kau jangan cengeng sebagai laki-laki, bahkan kau kini telah menjadi seorang ayah, sadarlah kau Stefan!!!" Pekik Pak Doni sambil menatap tajam wajah Stefan. Stefan berlutut sambil menangis. Di sudut lorong rumah sakit itu, seorang gadis menatap ke arah Stefan sambil menangis, hatinya begitu pilu melihat penderitaan Stefan, gadis itu adalah Alina. *Flash back On* Alina menangis ketika mendengar Stefan, kakak kelas sekaligus tetangganya yang dicintainya dalam diam menikah dengan Karin, teman sekelas Stefan. Setelah Stefan menikah, mereka pindah ke Jakarta dan Stefan bekerja pada sebuah bank swasta besar sebagai seorang direktur atau kepala cabang. Karena cintanya yang begitu besar pada Stefan, diam-diam Alina ikut pindah ke jakarta dan tinggal di sebuah rumah kos di dekat rumah Stefan, tanpa ada maksud untuk mengganggu rumah tangga Stefan, Alina hanya berharap bisa melihat Stefan dari kejauhan. Alina bekerja sebagai reseller sebuah produk kecantikan melalui online, jadi Alina memiliki banyak waktu di kamar kosnya yang terletak di lantai dua dengan pemandangan langsung mengarah ke pekarangan rumah Stefan. Dari sanalah Alina bisa dengan leluasa mengamati kehidupan Stefan dan keluarganya. Setiap pagi saat Stefan pergi ke kantor, di pekarangan rumah itu ia selalu mencium Karin. Pada saat yang bersamaan Alina juga menyaksikan momen itu melalui jendela kamar kosnya. Hatinya begitu perih dan sakit saat melihat orang yang di cintainya, mencium wanita lain walaupun itu istrinya sendiri. Sampai pada akhirnya Karin hamil, Stefan begitu bahagia atas kehamilan istrinya itu, entah mengapa sejak kehamilan Karin, Alina tidak lagi melihat mereka setiap pagi, Alina memilih menyibukkan dirinya dengan kegiatannya, Alina harus menerima kenyataan bahwa Stefan hanyalah milik Karin istrinya, Alina tidak berhak cemburu apalagi sakit hati melihat keromantisan Stefan dan Karin. Hingga pada saat Karin akan melahirkan, Alina mendengar kabar dari tetangga Stefan kalau Karin mengalami pendarahan hebat. Alina segera berlari menuju rumah sakit, dia memandang dari kejauhan, orang yang dicintainya begitu sedih dan terpuruk, lagi-lagi Alina hanya melihatnya dari kejauhan, dia tidak berani untuk mendekati Stefan. Sampai Karin menghembuskan nafasnya yang terakhir, Alina tetap hanya melihat dari kejauhan, melihat Stefan begitu hancur, hati Alina juga ikut sakit, melihat Stefan menangis, Alina juga ikut menangis. Hingga di sini, di lorong dingin ini, Alina melihat tubuh Karin yang sudah di tutupi kain di dorong oleh dua orang perawat, di iringi dengan tangisan bayi dan raungan dari ayahnya, hatinya begitu hancur dan sakit, dia ikut merasakan penderitaan Stefan kehilangan orang yang di cintainya. *Flash back off* Alina terus mengikuti kemana rombongan itu membawa jenazah Karin, hingga mereka semua masuk kedalam suatu ruangan. Di situ akhirnya Alina berhenti mengikuti mereka, dengan langkah gontai Alina kembali pulang meninggalkan tempat itu.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Mrs. Fashionable vs Mr. Farmer

read
441.0K
bc

I LOVE YOU HOT DADDY

read
1.1M
bc

Sweet Sinner 21+

read
920.7K
bc

23 VS 38

read
301.8K
bc

I Love You Dad

read
294.7K
bc

Accidentally Married

read
110.6K
bc

Marriage Not Dating

read
561.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook