Lovely sudah nampak terlelap, setelah Stefan menepuk-nepuk lembut punggung bocah itu. Sementara Alina duduk di sudut tempat tidurnya, tidak berani untuk sekedar membaringkan tubuhnya. "Kalau kau mengantuk, tidurlah," ucap Stefan. "Tidak kak, kau saja yang tidur duluan!" sahut Alina. Stefan kemudian beranjak duduk dari posisi tidurnya, kemudian dia menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang Alina. Laki-laki itu nampak menghela nafas panjang. Kemudian dia memalingkan wajahnya pada Alina. Alina merasa sangat kikuk dan gugup, entah mengapa perasaan itu selalu muncul saat dia berada dekat dengan Stefan, padahal dia mengenal Stefan bukan baru kemarin, namun pesona Stefan seolah menyihirnya sehingga mulutnya selalu bungkam tanpa mampu mengatakan apapun. "Kau ingin aku keluar? Supaya kau bisa

