Stefan menatap tajam ke arah Aga dengan mata yang menyorot tajam. Alina sedikit ngeri karena ini pertama kalinya Stefan berwajah serius, biasanya walaupun dia dingin namun wajahnya tidak seseram hari ini. "Apa hubunganmu dengan Alina?" tanya Stefan, suaranya datar namun terdengar serius. "Oh, anda tenang saja Pak Stefan, saya ini hanya teman SMP nya Alina, kami hanya teman, yah walaupun kami pernah ada sedikit hubungan tapi itu kan sudah berlalu!" jawab Aga. Stefan semakin melotot mendengar penjelasan Aga. "Apa? Pernah ada hubungan? Hubungan apa?" tanya Stefan. "Yah, mungkin sejenis cinta monyet begitu!" sahut aga. "Kak, Stefan, sudahlah, ini kan hanya kebetulan dan tidak penting juga, jadi jangan kau permasalahkan lagi!" sergah Alina. "Maaf, mulai hari ini, anda saya mohon jangan

