Khawatir

1021 Kata

Sesampainya di rumah, Inah langsung membantu Alina membersihkan luka di kaki dan tangan Alina. Alina meringis saat Inah membersihkan luka itu dan mengoleskannya dengan revanol dan obat. "Wah, ini lukanya dalam juga yang di tangan, sepertinya kena besi ini, robeknya dalam!" ujar Inah. "Iya Mbak, sakit sekali, baru terasa sekarang sakitnya, mana tangan susah di gerakan lagi!" keluh Alina. "Lin, aku telepon Bapak ya!" tawar Inah. "Jangan Mbak, cuma begini ngapain pakai laporan segala!" cegah Alina. "Tapi ini sepertinya perlu ke klinik nih, perlu di jahit, karena robeknya lumayan dalam, nanti infeksi lagi!" tukas Inah. "Tapi Mbak, jangan bilang lah sama Kak Stefan, kalau memang butuh ke klinik, aku datang saja langsung ke klinik ya g di depan sana, kasihan Kak Stefan pasti sibuk di kant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN