Pagi datang dengan cepat, dan Geisha masih terlelap sambil memeluk neneknya. Cewek itu terlihat begitu betah, bahkan ia juga tersenyum dalam mimpinya. Tak ada tanda-tanda ia akan bangun, dengkuran halus terdengar samar, dan membuat ruangan itu tidak terlalu sunyi. Pak Nero yang baru saja selesai mandi memandangi cucu serta istrinya, ia menghela napas, lalu memikirkan beberapa hal. Harus ada yang menyelesaikan masalah di rumahnya dengan cepat, harus ada yang menjadi penengah dalam situasi seperti saat ini. Pria tua itu kemudian memutuskan untuk keluar dari kamar, ia meraih kacamata yang ada pada meja rias, dan melangkah perlahan. Pintu kamar akhirnya terbuka, lalu Pak Nero juga keluar dengan tenang. Ia kembali menutupnya, dan menatap pada dua orang yang sedang duduk di ruang tengah tak b

