Geisha menghela napasnya, rasa lelah sudah memeluk raganya, dan kakinya juga begitu sakit karena terus berjalan dengan keadaan tak mengenakan sandal atau pun alas lainnya. Cewek itu juga merasa begitu haus, ia kemudian memutuskan untuk berlindung dari panas di bawah sebuah pohon. Geisha sengaja tidak melewati jalan raya yang terlalu ramai, sebisa mungkin ia mencari jalan yang tergolong sepi dan tak banyak dilewati oleh orang-orang. “Neng, kok jalan kaki sih?” tanya salah satu dari orang yang lewat. Ia mengamati Geisha dengan baik, dan sangat tertarik dengan wajah cantik serta tubuh Geisha yang terlihat langsing serta begitu mulus. Geisha benar-benar cantik di matanya, bagaikan mutiara langka dalam palung lautan, dan kini mutiara itu tercecer begitu saja tanpa ada kerang yang melindun

