New Father

1709 Kata

"Ti-tidak. Jangan." pintaku pada Om Jaya. Tetapi senyumnya justru semakin lebar saat melihatku gugup. "Ah, sayang sekali, Adrian. Aku sudah mengumumkannya di grup rahasia kami dan banyak dari mereka setuju. Bagaimana?" Tangannya menunjukan layar ponselnya yang berisi bermacam-macam pesan masuk. Mataku hanya sekilas membaca semua itu dan rata-rata kata yang tertera disana adalah setuju. "Tap, tenang saja. Aku punya wewenang untuk mengganti daging potongnya ... dan aku akan memberikanmu kesempatan spesial untuk menentukannya." Tangannya segera menarik ponsel itu dari hadapanku dan ia menghela napas. Aku menatapnya curiga atas perkataannya tadi. "Apa maksudmu?" "Karena seharusnya yang menjadi daging malam ini adalah kau dan mamamu, aku memberikan kesempatan untuk lolos tetapi hanya untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN