Rusa

2671 Kata

"Aku suka sama Steven." Aku tersenyum getir pada Raniya yang tersipu. Semburat pink itu mewarnai pipinya dari kiri ke kanan. Aku cukup terkejut, pengakuannya bahkan sampai membuat tanganku berhenti menyendoki bakso pesananku dan bibirku yang hampir mengatakan jika pagi ini aku diantar oleh Steven. Jika aku bilang, mungkin Raniya bisa salah paham padaku. "Oh, iya? Sejak kapan?" tanyaku terkejut. Sungguh. Meskipun otakku masih dipenuhi dengan kematian Eli, aku harus bisa menjaga sikapku untuk tetap terlihat normal agar tidak memancing masalah. "Hmm, sudah lumayan lama sih. Caranya classic, kami sering pulang bareng dan chatting sampai malam. Aku jadi nyaman sama dia, tapi gak tahu deh gimana Stevennya." jelasnya enteng. Sepertinya Raniya baru sebatas naksir-naksir saja. Aku jadi meren

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN