MAAF BUKU INI SAYA PERBAIKI DULU. JANGAN DI BACA DULU YA KAK
Melalui sel Vampire miliknya Ella dan beberapa orang lain membuat Serum untuk anak-anak mereka yang kini mulai tumbuh dewasa. Semua itu karena beberapa insiden yang membuat masyarakat kini mulai khawatir dengan keberadaan Vampire.
Pemerintah yang sejak awal sudah ikut campur dalam masalah ini pun ikut mengontrol apa yang terjadi pada pertumbuhan para Vampire muda. Bagi pemerintah para Vampire adalah sekutu dan musuh abadi, mereka memegang dua sisi dalam permasalahan ini.
Orangtua Kevin dan Cahaya adalah teman akrab masa kuliah. Mereka memutuskan untuk hidup bertetangga. Mereka pun hamil dan melahirkan di waktu yang berdekatan. Anak yang satunya di beri Nama Kevin Meru. Anak yang satunya lagi diberi nama Cahaya Filles.
Mereka berdua hidup bersama dan saling melindungi, hingga saat mereka besar kesenjangan mulai tampak!. Kevin yang sangat gaul berbanding terbalik dengan Cahaya yang Introvert. Hal inilah yang terkadang membuat Cahaya dipermainkan teman-temannya. Sebagai seorang teman tentu Kevin selalu melindungi Cahaya. Ya, dia selalu melindungi Cahaya bagaimanapun caranya.
Hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun Kevin yang ke lima belas. Cahaya sudah siap untuk hadir. Cahaya merias dirinya agar kelihatan cantik sehingga dia sangat menginginkan satu pujian dari Kevin. Dia sudah lama ingin berpakaian seperti saat sekarang, tapi Kevin sama sekali tidak membiarkan dirinya percaya diri hingga Cahaya pun merasa tertekan.
Dia pikir penampilannya kali ini akan sangat mengejutkan sahabat baiknya itu. Tapi sayang, Kevin tidak memberikannya sama sekali, malah Kevin dengan kasarnya menyeret tangan Cahaya sampai ke belakang dapur dan menumpahkan air di gaunnya. “Kevin, apa yang kamu lakukan?” teriak Cahaya yang melihat bajunya kini sudah basah kuyup dan riasannya berantakan. Dari sinilah semuanya dimulai. Sejak saat itu Kevin dan Cahaya tidak lagi sebaik dulu. Walaupun Kevin masih tetap datang ke rumah Cahaya, namun Cahaya tidak lagi menerimanya seperti dulu. Tidak ada lagi senyum di wajah Cahaya. Hatinya telah patah, dia tidak bisa lagi memungkiri dirinya bahwa dia telah patah hati.
Tubuh Cahaya bergetar hebat, “apa yang kau lakukan padaku Kevin,” pandangan itu nanar, wajahnya telah basah dengan air mata. “Aku hanya ingin mengejutkan dirimu dan membuat bahagia, kenapa kau begitu kejam hingga berbuat seperi ini.”
Karena tak suka dia pun bersikap arrogant, “kau pikir aku suka? Aku bahkan muak melihat wajah dan sikapmu yang seperti ini. Maaf bukan aku mencela, hanya saja kau memang tidak pantas Cahaya. Jadi jika ingin mengikuti pesta ini silahkan ganti pakaianmu karena aku tidak ingin badut berada di pesta mewah ini.” Cahaya semakin kesal, dia rasa Kevin memang pantas mendapatkan tamparan keras.
Cahaya menunduk sedih, “begitukah?” dia bertanya sangat pelan, “apa aku sehina itu di matamu?!” entah kenapa hati Kevin menjadi sedikit perih mendengarnya. “Aku rasa memang sejak awal kita pun tidak cocok untuk bersama, maaf karena sudah membuat dirimu malu di pesta tadi.” dia pergi begitu saja tanpa permisi pada Kevin.
Pria itu memang merasa sedikit bersalah, tapi hatinya yang tidak ingin Cahaya dimiliki oleh siapapun kini semakin berontak. “Kau marah itik buruk rupa?! marah saja, aku juga tidak ingin melihat dirimu di pesta ini. Kau sangat mengesalkan Cahaya, aku tak suka melihat orang jelek di hari ulang tahunku.” dia berteriak keras, dan jelas saja Cahaya masih mendengarnya.
Gadis itu sangat kesal, dia kembali dengan tangis yang deras. “Hey Cahaya, ada apa nak? Kenapa menangis, hm? Apa Kevin mengerjai dirimu lagi?” dia menggeleng, tak satu pun pertanyaan dari orangtuanya yang terjawab. “
Di dalam kamar Cahaya menangis, padahal dia cukup cantik. Apalagi ada gigi taring yang terlihat seksi dan menggemaskan bertengger di deretan gigi indahnya. Seperti film vampire modern, Cahaya merasa dirinya sama cantik dengan mereka. “Aku tidak jelek, tapi dia yang menganggapnya seperti itu!” umpat gadis ini kesal.