Hampir 1 jam perjalanan, akhirnya mobil Albert yang di kendarai oleh Mian berhenti di tepi danau buatan di kota ini. suasana sepi di sekeliling danau membuat Albert menelan ludah nya berkali - kali. BRUGH, tanpa kesiapan Mian menghajar Albert habis - habisan. "Ampun Aku dit, ampun ucap Albert yang tak mendapat celah sedikit pun untuk balik menyerah ataupun bertahan. Mian tidak ingin mendengarkan apapun dari Albert karena ini bukan lah yang pertama. Puas, Mian memukuli Albert , membuat wajah Albert berantakan. Bibir nya sobek dan hidung nya terasa seperti mau patah. Walupun dalam emosi yang memuncak Mian masih memilih arah pukulan nya dan tidak mengeluarkan seluruh tenaga yang iya punya. "Aku tidak bisa jadi teman kamu lagi lang ucap Mian terduduk di tepi danau. Sontak Albert yang mend

