Sang Pangeran Terkutuk
Ketika mendengar kata "Pangeran" pasti yang terlintas dipikiran pasti seorang yang cerdas, tampan, dan pasti nya seseorang yang nanti nya akan menjadi raja di masa depan tapi itu tidak berlaku untukku.Aku Sebastian Heinzer terlahir dengan kutukan dimana wajah ku yang jelek bahkan kata "buruk rupa" lebih tepat untuk menggambarkan wajah ku.
Ayahanda ku dan ketiga saudara ku bahkan tidak sudi melihat bahkan berada didekat ku dari dulu sampai sekarang aku berumur 9 tahun aku tidak diperbolehkan untuk keluar kamar ku bahkan para pelayan yang melayani ku menahan perasaan jijik untuk melihatku.
Hanya ibunda ku yang menemani ku setiap saat ibunda ku hanyalah seorang selir yang berasal dari rakyat biasa berbeda dengan ibu saudaraku yang lain yang merupakan seorang bangsawan bahkan aku merasa sedih karena diriku ibunda harus menerima cacian bahkan hinaan karena diriku.
Besok adalah pesta penting dimana aku dan ketiga saudaraku akan diperkenalkan untuk pertama kalinya dan akan ada banyak bangsawan-bangsawan yang akan datang ke pesta itu. Ibu ku berkata aku harus mengikuti pesta itu walaupun aku sebenarnya tak ingin mengikuti pesta itu dan dipesta itu aku dan para saudaraku yang lain akan diperkenalkan kepada anak para bangsawan tersebut bertujuan untuk janji pernikahan ketika dewasa nanti.
(Malam esok hari nya)
"Ibunda apa aku harus menghadiri pesta ini dan nanti pasti ibunda akan dihina oleh orang lain karena ku bahkan ayahanda pun tidak sudi bertemu dengan ku.
"Sebastian anak ku kamu harus mengikuti pesta ini nanti kamu disana akan diperkenalkan kepada putri para bangsawan untuk membuat janji pernikahan agar saat dewasa nanti kalian akan menikah dan nanti nya dia akan menemani mu menggantikan posisi ibunda untuk menemani mu jika ibunda pergi meninggalkan mu.
"Tidak..... aku tidak mau ibu pergi, aku tidak mau selain ibunda untuk menemaniku jika ibunda akan pergi aku akan ikut menemani ibunda pergi. Aku hanya ingin ibunda yang menemani ku seumur hidupku.
"Anak ku Sebastian lebih baik kau mengucapkan itu untuk orang yang kau cintai nanti.
" Kalau begitu aku tidak ingin mencintai siapapun dan aku hanya ingin bersama ibunda selamanya. Lagipula tidak ada yang mau bersama ku kecuali ibunda bahkan para pelayan pun merasa jijik karena wajahku yang buruk rupa.
"Sebastian dunia ini luas pasti ada seseorang yang akan menerima dirimu apa adanya dan mungkin dia orang yang menerima mu apa adanya yang bisa melepaskan mu dari kutukan dan ibunda yakin Sebastian Heinzer anak ibunda ini pasti sangat tampan saat dewasa nanti.
" Jika ibunda yang berbicara seperti itu pasti itu akan terjadi baiklah aku akan mengikuti pesta.
"Baiklah ibu kalau begitu kita ke aula istana sekarang.
" Baiklah ibunda
(berjalan ke arah meja mengambil sebuah topeng)
"Anak ku kenapa kau memakai topeng ?
" Tidak apa apa aku hanya tidak ingin pesta nya kacau karena wajah ku dan juga ibunda tidak akan dihina karena yang lain melihat wajahku.
"Huhhh... baiklah kalau begitu memang anak ibunda sangat perhatian kepada ibunda.
" Heheheh.... kalau begitu ibunda sekarang kita pergi ke pesta.