Aku mulai memetik gitar dan bernyanyi dengan suara lembut, untung saja suaraku masih bisa dibilang merdu dan tidak menyiksa telinga orang orang yang mendengarkan. Saat mencapai reff lagu, aku menatap Farrel dan Clara dengan pandangan tersakiti, mirip dengan peran wanita wanita teraniaya di FTV stasiun ikan terbang. Aku bernyanyi dengan penuh penghayatan, sepertinya orang orang yang mendengarku bernyanyi bisa merasakan kesakitan hatiku karena telah diselingkuhi dan ditinggalkan oleh orang yang ku cintai. Sesekali aku melihat ke arah Farrel, dia menatapku dengan pandangan yang tidak terbaca, wajah Clara sudah memerah menahan emosi, sedangkan Bu Risa kulihat sedang mengusap air matanya. “Terima kasih” ucapku setelah selesai bernyanyi. Aku mendengar suara riuh tepuk tangan dari penonton.

