“Yah, gaunku jadi kotor” aku melihat gaunku terkena noda air gula gara gara tersedak tadi. “Mau ku antar ke toilet?” tawar Farah. “Dikira bocah SMA kali ya, ke toilet kudu rombongan” kekehku. Toilet terletak satu lantai di bawah tempat diselenggarakannya acara, disini lumayan sepi, menyesal aku tidak menerima tawaran Farah untuk mengantarku. PLAK! Aku mendengar suara tamparan. “Kau memang tidak berguna! Melawan gadis bodoh saja tidak becus! Sampai kapan kau akan kalah dari Elena?” teriak seorang pria. Aku terkejut ketika namaku disebut, aku menyembunyikan diri di belakang sebuah tiang, ternyata Ayah Farrel yang menampar Farrel. “Semuanya akan baik baik saja jika kalian tidak ikut campur” desis Farrel. PLAK! Ayah Farrel menampar Farrel lagi. “Aku sudah membuka jalan untukmu, dan ka

