Sebelum dia pergi menjauh, aku menahan tangannya dan menarik tubuhnya hingga terjatuh di pangkuanku. “Farrel, kau apa apaan? Lepaskan!” ucap Elena memberontak. Aku mengeratkan lilitan tanganku di perut rata milik Elena. “Aku tidak akan melepaskanmu, sebelum kita berbicara serius” ucapku dingin. Elena terdiam dan tidak memberontak lagi. “Bukankah kita semalam melakukan itu?” tanyaku to the point. “Melakukan apa?” tanya Elena kebingungan. “Itu, masa harus ku jelaskan? Kita sudah dewasa” ucapku kesal, apa Elena berpura pura bodoh? “Buahahahahaha, hey! Imanku masih kuat!” Elena tertawa terbahak bahak. “Maksudmu, kita tidak melakukannya?” tanyaku memastikan. “Tenang saja, tadi malam aku tidak memperkosamu, aku hanya melepaskan bajumu karena bajumu basah kena muntah” jawab Elena. “Lal

