“Lupakan saja apa yang aku katakan barusan, mengapa aku jadi merasa mempengaruhimu untuk durhaka pada orang tuamu” ucap Elena memukul mukul kepalanya. “Jika aku sampai dicoret dari kartu keluarga, kau harus bertanggung jawab! Kau harus mengurusku” godaku. “Kau tampan, pintar pula, bisa nyupir kan? oke lah, jadi supirku cocok kayaknya, pak Joko udah tua” ucap Elena sambil menimbang menimbang. “Jadi suamimu saja gimana?” aku terus menggodanya. “Gak lucu!” judes Elena. Aku tahu, dibalik judesnya Elena dia sedang salah tingkah sekarang, dia sangat menggemaskan, aku harus menahan diri untuk tidak menyosornya. “Jangan sampai kau menikahi Clara” ucap Elena dingin. “Secepatnya aku akan memutuskan pertunangan kami” ucapku mantap. “Bagus, masih banyak wanita diluaran sana yang cantik dan bai

