Rumah Farrel. Saat aku masuk kedalam rumah, Ayah, Ibu, Clara dan tante Susan sedang berkumpul di ruang tamu. “Dari mana saja kamu!” suara Ayah menggelegar memenuhi ruang tamu. “Apartemen Arya” jawabku malas. “Kenapa ponsel kak Farrel mati?” ucap Clara sedih. “Abis batre” jawabku. “Apa kau sedang merajuk karena kemarin aku marahi?” tanya Ayah sedikit emosi. “Kenapa? Apa hanya Ayah yang boleh marah?” ucapku dingin. “Anak kurang ajar, sudah salah masih saja melawan, kau harusnya merenungkan kesalahan dan kebodohanmu, bagaimana bisa kau menjadi pewaris Atmajaya dimasa yang akan datang?” ucap Ayah dengan nada tinggi. “Memang apa kesalahanku?” sinisku. “Bagaimana bisa kau kalah dari bocah ingusan itu?” cibir Ayah. “Elena memang lebih kompeten dariku, dari kita semua, setelah kalian me

