*** “Saya nggak punya istri, Mahira. Di kesempatan kedua hidup saya yang ini, saya memutuskan untuk menolak perjodohan dengan perempuan yang sempat saya nikahi. Jadi saya lajang. Kamu enggak perlu khawatir.” Lagi—untuk yang kesekian kalinya, Mahira dibuat terkejut oleh jawaban Darka. Tidak menyangka pria itu akan bertindak cukup jauh, dia sampai kebingungan harus memberikan respon apa untuk kalimat yang barusaja dia dengar. Apakah Mahira harus percaya pada semua cerita Darka atau bersikap lebih hati-hati, dia sendiri bingung, karena bagaimanapun juga Darka masih cukup asing untuk dirinya. Cerita yang pria itu paparkan juga belum tentu benar, sehingga sikap waspada harus dia terapkan agar rencananya untuk memperbaiki hidup tak berantakan. “Kenapa?” tanya Darka setelah Mahira tak mengelu

