*** Mahira lekas menyebrang jalan usai menjawab pilihan yang diberikan Darka. Meskipun kesal pada pria itu, dia berusaha bersikap biasa saja saat tiba di depan sang mertua yang menunggu dirinya di dekat mobil. “Pa,” panggil Mahira sambil meraih punggung tangan Antara untuk ditempelkan ke keningnya. “Sore, Sayang,” sapa Antara. “Kamu kelihatan capek. Sibuk banget ya hari ini?” “Lumayan,” jawab Mahira. “Tapi hasilnya cukup memuaskan. Aku udah dapat ruko buat buka toko, dan tempatnya cukup nyaman.” “Syukurlah kalau gitu, Papa lega dengernya,” jawab Antara. “Kalau butuh modal tambahan, bilang aja. Nanti Papa transfer.” Mahira tidak menjawab dan hanya tersenyum sebagai respon. Tidak lama di pinggir jalan, dia diajak masuk ke mobil sang mertua. Membuka pintu sambil menoleh pada Darka, deli

