"Kamu mau ke mana?" tanya Sofia. "Mau ke kamar, Ma." "Kenapa ke kamar sana? Tadi kamu kaluar dari sana juga." Sofia baru ingat hal itu. "Oh iya," cengir Amanda, "kelewatan." Kembali karena pintu kamar utama sudah terlewat beberapa langkah. "Aku ngantuk banget jadi ngelindur hehehe ...." "Ya sudah. Kamu istirahat aja. Gak usah nungguin suami kamu." "Iya, Ma. Mama juga istirahat." Amanda berlalu setelah melihat ibu mertua mengangguk. Sambil tersenyum meringis ia masuk kamar utama, menutupnya perlahan. Di detik berikutnya ia berlari menuju pintu balkon, melompati tembok pembatas dan masuk ke kamarnya. Gegas mengunci pintu tanpa menimbulkan suara. Tepat saat itu, handle pintu bergerak. Ia pun terkejut. "Kok susah di buka? Ayo dikunci? Tapi sama siapa? Apa jangan-jangan macet? Tapi tadi A

