Brug! "Apa ini?" Amanda menatap tumpukan tinggal berkas yang diletakkan di atas meja kerjanya. "Kerjakan hari ini juga. Periksa dokumen satu persatu, susun sesuai waktu,'' sahut Aldin kemudian berlalu menuju lift. Amanda menatap tidak percaya dengan mulut menganga. Lalu menatap tumpukan kertas di depannya. "Gimana aku bisa keluar buat makan siang. Lagian aku selalu susun semua sesuai waktu." Memeriksa beberapa lembar dokumen. "Kok bisa jadi berantakan kayak gini? Apa aku yang salah naro?" Amanda membuang napas kasar. Meraih gawai pintar yang ada di atas meja. Mengirim pesan pada seseorang. Tak lama balasan pun masuk. 'Aku aja yang ke kantor kamu bawa makan siang.' 'Gak usah. Aku gak akan turun. Kamu gak bisa naik juga. Aku akan pesan makanan nanti.' 'Kalau gitu gak usah pesan sendir

