26. Hujan Berkah

1002 Kata

"Kenapa masih di sini?" tanya Aldin, bersandar pada kusen pintu utama. "Bapak gak lihat hujan besar? Gara-gara Bapak!" sungut Amanda. "Saya? Menurunkan hujan pun gak mampu.'' Amada mendelik. "Gara-gara ngobatin Bapak saya jadi telat pergi. Malah keburu hujan besar." Meski menggunakan mobil, ia paling malas mengemudi saat hujan turun. "Saya gini gara-gara kamu. Jadi sebenarnya secara gak langsung kamu gak jadi pergi gara-gara kamu juga," kilah Aldin. Amanda menatap kesal. Berlalu masuk ke dalam rumah, melewati suami begitu saja. "Hujan berkah," gumam Aldin, menyusul sang istri. Dilihatnya Amanda sedang duduk di kursi ruang tengah sambil memegangi remote televisi. Mengganti saluran terus-menerus, entah sedang mencari acara seperti apa. Menggeleng pelan sambil pergi ke dapur. Sementara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN