27. Kepergok

1001 Kata

Amanda membuka mata, mengenali sekitar sambil memulihkan kesadaran. Bangkit kemudian. "Kok aku di sini? Perasaan tadi malam aku ketiduran di ruang tengah deh," gumamnya lalu melihat ke arah dinding di mana benda penunjuk waktu menempel. "Astaghfirullah, aku kesiangan." Gegas turun dari tempat tidur, pergi ke kamar mandi. Sementara itu, Aldin keluar dari kamar. Melihat pintu kamar sebelah. Biasanya mereka keluar hampir bersamaan. Tetapi kemudian abai. Pergi ke dapur untuk membuat minuman hangat. Duduk di kursi makan, mengolesi roti dengan selai. Menoleh begitu mendengar suara grasak-grusuk. Sudah ia duga. Sang istri menghampiri dengan tergesa-gesa. "Bapak kenapa gak bangunin saya sih?" tanya Amanda. "Bukan tugas saya,'' balas Aldin. Amanda berdecak sebal seraya mendelik. Mendaratkan di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN