"Bapak bisa lepasin saya?" tanya Amanda pada suami yang menahan pinggangnya. Sudah seperti sebuah adegan romantis dalam drama. Gubrak. "AKH!" Amanda menjerit kesakitan. Melotot penuh protes. "Bapak kenapa jatuhin saya?" "Kamu yang minta." "Saya bilang lepasin. Bukan jatuhin." "Kamu jatuh karena saya lepasin. Jadi bukan salah saya," kilah Aldin sambil berlalu pergi. Amanda melongo. Sulit dipercaya tetapi itu terjadi. "Bener-bener itu orang. Gak punya hati! Ah!" gerutunya seraya meringis saat lukanya sedikit tertekan. Untung saja ia jatuh terduduk di atas kursi. Gegas ia pergi ke kamar. Mengganti pakaian dengan yang bisa menyembunyikan lukanya secara sempurna. Tersenyum saat mendengar hirup pikuk di luar kamar. Segera ia buka pintu. Tetapi kemudian ia tutup kembali. "Ish! Aku lupa. K

