"Ah ... akhirnya." Aldin merasa seperti orang yang baru saja melepas dahaga saat tubuhnya bertemu dengan kasur empuk. Menoleh ke samping. "Semoga aja dia tidur nyenyak sekarang biar aku juga bisa istirahat barang sebentar." Ia kemudian mengalihkan pandangan, menatap langit-langit kamar untuk beberapa saat sebelum akhirnya memejamkan mata. Tepat baru saja akan terlelap, ia dikejutkan dengan sesuatu yang menimpa tubuh. Perlahan membuka mata, tangan sang istri kini berada di atas dadda. Tetapi saat menoleh, wanita itu sedang terpejam. "Ibu ...." Amanda kembali mengigau sambil memeluk erat orang di samping. Aldin menahan napas. Tetapi kemudian sadar itu tidak perlu ia lakukan. Perlahan mengangkat tangan Amanda agar menjauh. Tetapi tidak berhasil. Peluknya justru semakin erat. Aldin akhirny

