Aldin gegas pergi ke kamar sebelah. Tetapi tidak bisa dibuka. "Dikunci." Kembali ke kamar. Langkahnya tertuju ke arah pintu balkon. Melompati tembok agar bisa sampai di balkon sebelah. "Dasar aneh. Pintu sana dikunci. Pintu sini malah enggak. Kayaknya aku harus kunci permanen ini pintu. Bahaya kalau setiap malam begini," gumam Aldin ketika pintu balkon bisa ia buka. Tanpa menambah penerangan, Ia melayangkan mendekati tempat tidur di mana istri tengah berbaring menyamping tanpa menggunakan selimut. Aldin menyalakan lampu karena penasaran ingin melihat luka tadi. Terkejut kemuduan karena ternyata itu hanya luka kecil. "Kenapa dia pulang? Harusnya menginap saja di rumah sakit agar mendapat perawatan yang benar." Aldin marasa seperti orang yang b "Ibu ...." Amanda mengigau dalam tidur. "I

