"Permisi." Amanda dan Weni menoleh saat mendengar suara seseorang. "Maaf saya ganggu. Mbak Amanda gimana keadaannya?" tanya Romi, berjalan menghampiri. "Alhamdulillah baik, Mas. Udah diobati. Udah boleh pulang juga," sahut Amanda. "Syukurlah. Kalau gitu Mbak saya antar pulang aja biar saya yang nyetir." "Gak usah. Nanti saya mau pulang pakai taksi online. Mobilnya mau dibawa teman saya." "Oh gitu." Romi mengembalikan kunci mobil Amanda. "Sekali lagi saya minta maaf, Mbak. Administrasi udah saya tanggung. Kalau Mbak butuh bantuan, Mbak bisa hubungi saya. Saya mau bertanggungjawab sampai Mbak sembuh dan bisa kembali beraktivitas." "Maksih, Mas." Amanda tersenyum. Memeriksa ponsel yang berdering singkat. "Ayo, Wen. Taksi aku udah nunggu di depan." Weni memapah Amanda hingga naik taksi

