18. Ayo Berdamai!

1005 Kata

"Kenapa?" tanya Amanda dengan ketus saat membuka pintu. "Orang tua kamu ada di depan." "Apa?" pekik Amanda. Pantas ajaa mereka tidak ada di rumah. "Kamu temuin mereka lewat sini," kata Aldin. Amanda memutar bola mata malas. "Bapak yang bikin ribet semuanya!" "Kenapa kamu jadi nyalahin saya?" "Ya memang salah Bapak. Coba kalau waktu itu Bapak berusaha lebih keras lagi mencegah agar kita agak menikah, semuanya nggak akan kayak gini," tuding Amanda. Aldin menghela napas panjang. "Sekarang bukan waktunya saling menyalahkan. Kita harus menemui mereka." Amanda berdecak sebal. "Udahlah biarin aja mereka tahu yang sebenarnya. Malah lebih bagus. Nanti siapa tahu mereka juga yang nyuruh Kita pisah." "Emangnya kamu yakin kalau mereka tahu, mereka bakal nyuruh Kita pisah? Gimana kalau justru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN