Mike & Zofia

2299 Kata

“Ah… Hanjie rupanya. Sungguh kebetulan yang memuakan,” tidak ada kecanggungan apalagi rasa bersalah kutemukan dari sosoknya ketika aku dengan seluruh kesialan yang aku punya malah bersitatap kembali setelah sempat tidak berkomunikasi. Aku mensyukurinya. Tapi kalau kami dipertemukan seperti ini rasa tak suka itu jadi kembali. Aku mendecih, paling tidak aku lebih suka bila dia mengabaikan aku saja ketimbang menyapa. Aku tidak ingin melarutkan diriku dengan orang macam dia. Dimataku hubungan kami berdua sudah selesai dan kandas, tidak ada yang namanya persahabatan lagi. Justru aku heran diriku sebodoh apa sampai bisa terjebak bersamanya. “Kupikir kita tidak akan bertemu lagi Zofia,” ujarku padanya. Sesungguhnya dendam kesumatku juga sudah berakhir ketika aku sadar bahwa mungkin itu jalan yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN