Marlo adalah refresentasi dari tipikal pria manipulative ulung. Dia sadar bahwa dia bukanlah orang yang dibesarkan dengan harapan sebagai orang baik. Marlo tidak pernah memberitahukan kepada siapapun mengenai siapa dirinya. Hanya ada secuil kenangan yang dia miliki dari sosok perempuan muda yang mengaku adalah ibunya. Dia berkata bahwa ayahnya adalah orang yang baik, namun dia tidak bisa membedakan jalan yang benar dan salah. Kemudian ketika dirinya beranjak dewasa Marlo memahami bahwa dirinya adalah anak dari pengusaha kaya raya yang sekarang ini telah berusia uzur. Ibunya berusaha untuk melenyapkan bukti bahwa dia adalah penerus pria itu. Perempuan bodoh itu lebih memilih untuk membesarkannya sendirian dibanding memilih uang dan melenyapkannya. Tidak banyak kenangan yang dia miliki t

