Sudah lebih dari empat pekan, Erwin tidak percaya bahwa dirinya sudah menjadi seorang pengecut sejati untuk pertama kalinya. Lari dari masalah bukan gayanya. Tapi untuk meluruskannya bersama Hanjie, Erwin lebih banyak dihinggapi rasa takut. Dia tahu bahwa istrinya tidak mungkin bermain dibelakangnya. Tapi saat dia hendak berpegang teguh pada apa yang dia percayai, rasa panas muncul tak tertahankan saat dia dibonceng dan diantar kerumah oleh seorang pria yang tidak Erwin ketahui meskipun istrinya berkata bahwa pria itu adalah temannya. Ya, tidak ada teman yang benar-benar teman antara pria dan wanita. Pasti salah satu diantarnya menyimpan rasa. Belum lagi tuntutan untuk menampilkan kesempurnaan benar-benar membuat Erwin dihinggapi beban yang lumayan berat. Bahkan waktu itu terlewatkan begit

